Blogger templates

Home » » Bersedekah Tak Harus Menunggu Kaya

Bersedekah Tak Harus Menunggu Kaya

Written By Adibah Afrahnisa on 23.8.12 | 23.8.12

BAGINYA, sedekah itu sangat sederhana: berikan apa saja yang dimiliki. Totally wrong, katanya, jika mau bersedekah harus nunggu kaya. Karena yang disedekahkan tidak selamanya dalam bentuk harta benda.

Prinsip inilah yang terus dipegang Roslan Zaris (62), seorang pejabat yang menapaki karir di lingkungan Departement Pekerjaan Umum hingga mencapai posisi puncak, sejak dia mulai bekerja.

Menurut pengakuannya, prinsip ini jugalah yang ditularkan kepada anaknya, mahasiswanya, dan bawahannya. “Kepada karyawan, saya sering katakan dengan memberi pelayanan yang terbaik pada masyarakat, sudah termasuk sedekah,” katanya kepada Majalah MataHati saat bertandang ke rumahnya yang asri, Sabtu pagi (19/12) di kawasan Mampang Prapatan.

Karena sedekah, tidak ada batasan jumlah dan ketentuan barang yang harus diberikan. Berbeda dengan zakat, katanya, ada jenis barang dan ukuran yang harus dipenuhi sebelumnya.

Dia melihat, banyak orang yang hitung-hitungan ketika bersedekah. Padahal katanya, setiap sesuatu yang disedekahkan pasti akan ada dikembalikan Allah dengan jumlah yang bertambah. Berikan apa saja yang dimiliki.

“Bukan berarti, kita bersedekah untuk mendapatkan sesuatu yang lebih. Tapi memang janji Allah itu betul, tidak rugi orang yang bersedekah. Pengalaman saya telah membuktikannya,” katanya yang juga sebagai dekan Fakultas ekonomi UMJ ini.

Ayah dari tiga anak dan kakek dari tiga cucu ini mengaku baginya zakat dan sedekah adalah kewajiban kepada Allah dan kepada sesama. Di samping itu, Zakat dan sedekah juga merupakan bagian dari perjuangan untuk menggapai kesempurnaan dan abadi.

“Tidak ada artinya harta yang banyak jika tidak dikeluarkan zakatnya. Dari itu berzakat juga adalah jihad,” katanya. Dia mengaku semangatnya tidak pernah turun untuk urusan zakat dan sedekah.

Akan tetapi, walaupun telah berzakat dan bersedekah sudah dilakukannya sejak masih muda, menurutnya sedekah yang paling mulia adalah mengajar. “Mengajar kebaikannya turun-temurun tidak akan ada habisnya. Karena ilmu terus diajarkan ke generasi berikutnya,” kata pungkas alumnus University of London , Inggris ini.(Zul)

Share this article :

0 komentar:

Template information

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Adibah Afrahnisa - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger